Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Sosial » Daerah » Seba serbi » Istana Merdeka, Presiden Evaluasi Program Prioritas, Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen pada Triwulan I 2026

Istana Merdeka, Presiden Evaluasi Program Prioritas, Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen pada Triwulan I 2026

  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • visibility 43
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, GSN.COM – Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih guna mengevaluasi pelaksanaan program prioritas nasional. Evaluasi tersebut menegaskan bahwa kinerja program pemerintah sejauh ini berjalan efektif, seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61 persen secara tahunan (year-on-year) pada triwulan I 2026.

Kepala Badan Pembinaan Khusus (Bappisus), Aris Marsudiyanto, menjelaskan bahwa rapat membahas evaluasi menyeluruh atas berbagai program strategis pemerintah yang tengah berjalan.

“Evaluasi dilakukan terhadap seluruh program yang telah berjalan. Alhamdulillah, berdasarkan pengumuman Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi kita mencapai 5,61 persen secara year-on-year. Ini menunjukkan bahwa program-program Presiden berjalan baik dan lancar,” ujar Aris dalam keterangan resmi yang dikutip dari Sekretariat Presiden.

Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik pada 5 Mei 2026, pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan I 2026 menunjukkan tren positif.

Dari sisi produksi, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 13,14 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, komponen konsumsi pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan paling signifikan, yakni sebesar 21,81 persen.

Dalam rapat tersebut, Presiden juga menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor serta membuka ruang dialog yang konstruktif dengan berbagai kalangan, termasuk akademisi dan pengamat.

“Presiden selalu membuka ruang komunikasi, demokrasi, dan diskusi. Kritik sangat diperlukan, selama disampaikan dengan cara yang baik dan konstruktif,” lanjut Aris.

Pendekatan evaluatif yang berkelanjutan dan keterbukaan terhadap masukan publik menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global. Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap kebijakan yang diambil berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

  • Penulis: Zulmalik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less