Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Sosial » Daerah » Seba serbi » YPANBA dan TP PKK Aceh Utara Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak hingga Tingkat Gampong

YPANBA dan TP PKK Aceh Utara Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak hingga Tingkat Gampong

  • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
  • visibility 83
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ACEH UTARA, GSN.COM – Upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Aceh Utara terus diperkuat melalui kolaborasi antara Yayasan Perempuan dan Anak Negeri (YPANBA) bersama TP PKK Kabupaten Aceh Utara.

Kerja sama tersebut difokuskan pada penguatan peran PKK hingga tingkat gampong sebagai garda terdepan dalam edukasi, pencegahan, dan pendampingan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Direktur Yayasan Perempuan dan Anak Negeri, Ruwaida, mengatakan jaringan PKK memiliki peran strategis karena menjangkau masyarakat hingga ke pelosok desa melalui berbagai kelompok kerja dan program pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, optimalisasi fungsi PKK di tingkat gampong menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai perlindungan perempuan dan anak sejak dini.

“Perempuan dan anak tidak selalu berada dalam ruang yang aman. Karena itu, kesadaran dan kemampuan melindungi diri perlu dibangun sejak dini melalui edukasi yang berkelanjutan,” ujar Ruwaida.

Ia mengungkapkan, kasus kekerasan terhadap perempuan di Aceh Utara masih menjadi perhatian serius. Hingga kini, tercatat lima kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) telah memperoleh putusan pengadilan dan berakhir pada proses perceraian.

Selain penanganan kasus, YPANBA juga mendorong penguatan perlindungan hukum bagi perempuan melalui program isbat nikah. Sebanyak 33 perempuan dijadwalkan mengikuti program tersebut melalui kolaborasi bersama Mahkamah Syar’iyah guna membantu penyelesaian administrasi dan kepastian hukum pasca perceraian.

Aceh Utara Jadi Percontohan Program Perlindungan Perempuan dan Anak

Ruwaida juga menyebutkan bahwa Aceh Utara menjadi salah satu daerah percontohan dalam program perlindungan perempuan dan anak pada situasi kebencanaan. Program tersebut nantinya akan dikembangkan ke sejumlah wilayah lain di Aceh seperti Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues.

Dalam program pemulihan pascabencana, YPANBA turut menjalankan penguatan ketahanan pangan keluarga. Sebanyak 1.362 keluarga di sejumlah desa terdampak telah menerima bantuan logistik sejak masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan.

Program tersebut mendapat dukungan dari Oxfam serta fasilitasi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh untuk pengembangan kegiatan di berbagai daerah di Aceh.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Aceh Utara, Musliana, menyatakan pihaknya siap mendukung berbagai program perlindungan perempuan dan anak melalui edukasi, pendampingan sosial, hingga pemberdayaan masyarakat.

Menurut Musliana, masih banyak kasus kekerasan yang tidak terungkap karena korban merasa takut atau enggan melapor akibat tekanan sosial maupun kedekatan pelaku dengan lingkungan sekitar.

“Jika mengalami kekerasan atau ketidakadilan, jangan takut untuk melapor. Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan perlindungan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat dapat semakin terjamin,” kata Musliana.

Kolaborasi antara YPANBA dan TP PKK diharapkan mampu memperkuat sistem perlindungan perempuan dan anak hingga ke tingkat desa sekaligus membangun lingkungan sosial yang lebih aman dan responsif terhadap korban kekerasan.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less