Tragedi Air Terjun Tujuh Bidadari Aceh Utara, Muhammad Dzuhdi Ditemukan Meninggal, Satu Korban Masih Dicari
- calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
- visibility 19
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
ACEH UTARA, GSN.com – Tim gabungan akhirnya menemukan satu dari dua remaja yang dilaporkan hilang di kawasan wisata Air Terjun Tujuh Bidadari, Kecamatan Geureudong Pase, Kabupaten Aceh Utara. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah enam hari operasi pencarian, sementara satu korban lainnya masih belum ditemukan.
Korban yang berhasil dievakuasi diketahui bernama Muhammad Dzuhdi (19), warga Desa Meunasah Rayeuk LB, Kecamatan Lhoksukon. Jenazah ditemukan di aliran Krueng Suak, sekitar 200 meter dari akses jalan menuju lokasi wisata, pada Jumat (26/6/2026).
Operasi pencarian melibatkan personel BPBD, Basarnas, TNI, Polri, serta masyarakat setempat yang sejak awal bekerja sama melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai dan kawasan sekitar air terjun.
Batuud Koramil 27 Geureudong Pase, Pelda Rahmat, membenarkan penemuan tersebut. Ia menyampaikan bahwa jenazah korban telah dievakuasi menggunakan ambulans Puskesmas Geureudong Pase sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Sementara satu korban lainnya, Muhammad Ilham, masih dalam pencarian dan operasi akan terus dilanjutkan,” ujarnya.
Berdasarkan dugaan sementara, kedua remaja tersebut diduga terseret derasnya arus Sungai Krueng Suak saat melintasi jalur menuju Air Terjun Tujuh Bidadari. Meski demikian, penyebab pasti kejadian masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Pelda Rahmat juga mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat berwisata di kawasan alam, khususnya di Air Terjun Tujuh Bidadari. Ia menyarankan pengunjung menggunakan jasa pemandu lokal yang memahami kondisi medan, karakter sungai, serta potensi perubahan cuaca yang dapat memicu banjir bandang.
“Jangan memaksakan perjalanan tanpa didampingi warga yang mengenal lokasi. Hal ini penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan di kawasan wisata alam,” katanya.
Di sisi lain, ayah korban, Syahbuddin, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh tim gabungan dan masyarakat yang telah berupaya mencari putranya.
“Dari lubuk hati yang paling dalam, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim dan masyarakat yang telah membantu pencarian, memberikan doa, hingga proses evakuasi anak kami. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan tersebut. Kami juga berharap Muhammad Ilham segera ditemukan,” ucapnya.
Diketahui, Muhammad Dzuhdi dan Muhammad Ilham dilaporkan hilang sejak Sabtu (20/6/2026) saat berkunjung ke objek wisata Air Terjun Tujuh Bidadari. Hingga Jumat sore, tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap Muhammad Ilham dengan menyisir aliran sungai dan area sekitar lokasi kejadian. (*)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar