Camat Meurah Mulia Apresiasi Bupati Aceh Utara, Dorong UMKM Lokal Makin Berkembang
- account_circle Muliadi
- calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
- visibility 43
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
ACEH UTARA, GSNnews.com – Camat Meurah Mulia, Abd. Rahman, S.Sos., mengapresiasi pelaksanaan Milad Samudera Pasai ke-800 dan Hari Jadi Kabupaten Aceh Utara ke-800 yang digelar Pemerintah Kabupaten Aceh Utara pada 7–13 September 2026.
Menurut Abd. Rahman, rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang sejarah kejayaan Samudera Pasai, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan potensi ekonomi, produk UMKM, adat dan budaya Aceh Utara.
“Kami dari Kecamatan Meurah Mulia sangat menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka Harlah Aceh Utara ke-800. Di sini kita bisa mengenang sejarah Aceh Utara dan Samudera Pasai yang begitu terkenal pada masanya hingga Asia Tenggara,” ujar Abd. Rahman.
Dalam rangkaian Milad Samudera Pasai ke-800 tersebut, Kecamatan Meurah Mulia turut berpartisipasi dengan menghadirkan stan yang menampilkan berbagai produk unggulan masyarakat.
Salah satu produk yang menjadi perhatian adalah sandal jepit produksi industri rumahan masyarakat Gampong Prie Keutapang. Produk tersebut sebelumnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk dipasarkan ke sejumlah masjid.
Kini, produk sandal tersebut mulai memiliki pasar di luar Kecamatan Meurah Mulia. Pemasarannya disebut telah menjangkau Lhokseumawe, Aceh Timur dan Bireuen melalui jaringan penyalur.
“Pasarnya sudah sampai Lhokseumawe, Aceh Timur dan Bireuen. Ini melalui penyalur kecil-kecilan, tetapi sudah banyak yang terjual,” katanya.
Selain sandal, stan Kecamatan Meurah Mulia juga menampilkan berbagai produk makanan olahan masyarakat, di antaranya kerupuk dan kue siap saji.
Abd. Rahman mengatakan potensi UMKM di Kecamatan Meurah Mulia cukup besar. Namun, aktivitas produksi masyarakat sempat terdampak banjir yang melanda wilayah tersebut.
“Kemarin usaha masyarakat juga terkena banjir sehingga saat pameran ini kami kekurangan produk. Sekarang masyarakat di Meurah Mulia sudah mulai kembali ke sawah, sehingga tidak sempat membuat produk seperti biasanya,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat sebagian pelaku UMKM belum dapat memproduksi barang dalam jumlah maksimal. Setelah kondisi pertanian mulai kembali normal, masyarakat lebih banyak mencurahkan waktu untuk menggarap sawah.
Meski demikian, keberadaan produk sandal yang sudah dipasarkan ke sejumlah kabupaten/kota menunjukkan bahwa UMKM desa memiliki peluang untuk berkembang lebih luas.
Ia menilai dukungan pemerintah tetap diperlukan, terutama dalam peningkatan produksi, legalitas, pemasaran dan promosi produk lokal.
Dari sisi legalitas, Abd. Rahman menyebut sebagian produk UMKM masyarakat Meurah Mulia telah memiliki perizinan. Namun, masih terdapat produk yang proses legalitasnya belum selesai.
Termasuk sertifikasi halal yang dinilai penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperluas peluang pemasaran produk masyarakat.
“Sebagian sudah ada, sebagian masih dalam pengurusan. Mudah-mudahan pemerintah cepat memberikan label halal kepada home industry masyarakat,” katanya.
Abd. Rahman juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M. atau Ayah Wa, atas terlaksananya rangkaian peringatan 800 tahun Aceh Utara dan Samudera Pasai.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat, terutama dalam pengembangan ekonomi lokal, pelestarian budaya dan pembangunan daerah.
Menurutnya, kegiatan yang mengangkat sejarah Samudera Pasai tersebut sebelumnya telah pernah direncanakan. Namun, pada pemerintahan saat ini rangkaian kegiatan tersebut akhirnya dapat diwujudkan.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Ayah Wa. Semoga program Aceh Utara Bangkit betul-betul membuat Aceh Utara bangkit dari segala aspek,” ungkapnya.
Abd. Rahman berharap pameran UMKM, seni dan kebudayaan yang digelar dalam rangka Milad Samudera Pasai ke-800 dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas.
“Kami sangat mengharapkan kegiatan ini terus dilaksanakan. Tahun ini menjadi pelaksanaan pertama dalam rangka 800 tahun, mudah-mudahan ke depan kegiatan seperti ini terus dilaksanakan,” pungkasnya.
Rangkaian Milad Samudera Pasai ke-800 dan Hari Jadi Kabupaten Aceh Utara ke-800 sendiri berlangsung selama tujuh hari, 7–13 September 2026, dengan mengangkat sejarah, adat, budaya serta potensi ekonomi masyarakat Aceh Utara.
- Penulis: Muliadi
