Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Sosial » Daerah » Seba serbi » Milad Samudera Pasai ke-800, Ayah Wa Tanam 800 Pohon dan Santuni 800 Anak Yatim

Milad Samudera Pasai ke-800, Ayah Wa Tanam 800 Pohon dan Santuni 800 Anak Yatim

  • account_circle Muliadi
  • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
  • visibility 43
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ACEH UTARA, GSNnews.com – Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M. atau Ayah Wa, mencanangkan penanaman 800 bibit pohon sekaligus menyerahkan santunan kepada 800 anak yatim dalam rangkaian Milad Samudera Pasai ke-800, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan yang mengusung pesan kepedulian terhadap lingkungan dan sosial tersebut dipusatkan di Kompleks Makam Sultanah Nahrasiyah, Kecamatan Samudera, Aceh Utara.

Penanaman pohon dilakukan secara simbolis oleh Ayah Wa sebagai bagian dari program penghijauan yang nantinya dilanjutkan di sejumlah titik di wilayah Aceh Utara. Program tersebut diharapkan dapat mendukung pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kawasan dari berbagai risiko kerusakan dan bencana.

Selain aksi penghijauan, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara juga memberikan santunan kepada 800 anak yatim yang berasal dari berbagai kecamatan.

Angka 800 yang digunakan dalam kedua kegiatan tersebut menjadi simbol peringatan delapan abad perjalanan Samudera Pasai. Pemerintah daerah ingin momentum sejarah tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

”Delapan ratus tahun adalah perjalanan sejarah yang sangat panjang bagi Samudera Pasai. Melalui penanaman 800 pohon, kita menanam kebaikan untuk masa depan lingkungan dan anak cucu kita. Sementara santunan bagi 800 anak yatim merupakan komitmen kita untuk berbagi keberkahan dan menjaga kepedulian sosial,” ujar Ayah Wa.

Menurutnya, sejarah Samudera Pasai harus menjadi sumber inspirasi bagi generasi sekarang untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Karena itu, peringatan Milad Samudera Pasai ke-800 tidak hanya diarahkan untuk mengenang kejayaan masa lalu, tetapi juga diisi dengan kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan, kepedulian sosial, dan keberlanjutan pembangunan.

Pemilihan Kompleks Makam Sultanah Nahrasiyah sebagai lokasi kegiatan juga memiliki nilai historis. Kawasan tersebut merupakan salah satu situs penting yang berkaitan dengan jejak peradaban Samudera Pasai di Aceh Utara.

Di lokasi bersejarah itu, pemerintah daerah mempertemukan pesan masa lalu dengan agenda masa depan. Penanaman pohon menjadi simbol kepedulian terhadap keberlangsungan lingkungan, sementara santunan anak yatim menjadi bentuk kepedulian sosial.

Rangkaian Milad Samudera Pasai ke-800 diharapkan tidak hanya meninggalkan kemeriahan perayaan, tetapi juga memberikan warisan berupa meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjaga sejarah, lingkungan, dan memperkuat kepedulian terhadap sesama.

Dengan demikian, peringatan delapan abad Samudera Pasai menjadi momentum untuk menghubungkan kejayaan sejarah dengan aksi nyata dalam membangun Aceh Utara yang lebih hijau, peduli, dan berkelanjutan.

  • Penulis: Muliadi
expand_less