Aceh Utara. GMSNews.com – Pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Utara, semangat gotong royong dan kemandirian ditunjukkan oleh keluarga besar SMK Negeri 1 Lhoksukon. Meski tidak memiliki jurusan pertukangan meubelair, pihak sekolah bersama guru dan siswa secara swadaya melakukan rehabilitasi ratusan meja dan kursi belajar yang rusak akibat terjangan banjir Selasa, Selasa (6/1/2026).
SMK Negeri 1 Lhoksukon merupakan sekolah negeri yang berlokasi di Jalan Banda Aceh–Medan KM 307, Gampong Alue Buket, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. Sekolah ini tercatat memiliki 552 siswa aktif. Dampak banjir menyebabkan 21 ruangan sekolah terdampak, termasuk ruang belajar yang mengalami kerusakan fasilitas.
Kepala SMK Negeri 1 Lhoksukon, Saiful Bahri, S.Pd., M.E.I, menjelaskan bahwa pihak sekolah berhasil merehabilitasi sekitar 150 unit meja dan 150 kursi siswa dengan menggunakan peralatan sederhana dan memanfaatkan kemampuan yang ada.
“Perbaikan ini kami lakukan secara swadaya bersama guru dan siswa. Walaupun SMK Negeri 1 Lhoksukon tidak memiliki jurusan khusus yang berkaitan dengan perbaikan meubelair, namun anak-anak tetap bisa belajar bekerja sama, berinisiatif, dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat,” ujar Saiful Bahri.
Menurutnya, kegiatan rehabilitasi tersebut tidak hanya bertujuan memulihkan sarana belajar, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan karakter siswa, khususnya dalam menanamkan nilai gotong royong, tanggung jawab, dan kemandirian di tengah keterbatasan pascabencana.
Ia menambahkan, proses belajar mengajar tetap berjalan meski kondisi sekolah belum sepenuhnya pulih. Pihak sekolah berupaya maksimal agar hak pendidikan siswa tetap terpenuhi, meskipun sarana dan prasarana masih dalam tahap pemulihan.
Selain upaya mandiri tersebut, SMK Negeri 1 Lhoksukon juga mendapat dukungan dari Pemerintah Aceh melalui Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun 2025, berupa bantuan mesin dan peralatan praktik sepeda motor serta kendaraan ringan untuk menunjang kegiatan pembelajaran siswa.
“Alhamdulillah, bantuan dari pemerintah daerah sangat membantu dalam mendukung pembelajaran praktik. Ini menjadi bekal penting bagi siswa agar memiliki keterampilan dan kemandirian di masa depan,” tambahnya.
Pihak sekolah berharap adanya perhatian dan dukungan lanjutan dari pemerintah daerah serta instansi terkait, khususnya dalam pemulihan sarana dan prasarana pendidikan pascabanjir, agar kegiatan belajar mengajar di SMK Negeri 1 Lhoksukon dapat kembali berjalan normal, aman, dan optimal. (Muliadi)
