Bupati Aceh Utara Paparkan Capaian Pemulihan Pasca Banjir, Pembangunan Huntara Capai 82 Persen
- account_circle Mul.BB
- calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
- visibility 126
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
ACEH UTARA. GMSNews.com – Bupati Aceh Utara Ismail Ajalil yang akrab disapa Ayah Wa memaparkan capaian pemulihan pasca banjir yang melanda wilayah Aceh Utara pada 26 November 2025. Hal tersebut disampaikan dalam diskusi bersama puluhan jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Pers Kawal Rehab Rekon Banjir Aceh, Sabtu (07/03/2026).
Diskusi yang berlangsung santai di sebuah kafe di Aceh Utara itu digelar menjelang waktu berbuka puasa. Dalam kesempatan tersebut, Ayah Wa menjelaskan berbagai langkah strategis yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana banjir.
Menurutnya, pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak banjir terus dikebut. Dari total kebutuhan sekitar 4.500 unit huntara, saat ini progres pembangunannya telah mencapai sekitar 82 persen.
“Pemerintah daerah terus mempercepat pembangunan huntara. Mudah-mudahan sebelum Hari Raya Idul Fitri seluruh warga yang rumahnya rusak berat sudah bisa menempati hunian sementara,” ujar Ayah Wa.
Selain pembangunan huntara, Pemkab Aceh Utara juga tengah mempersiapkan pembangunan sekitar 1.000 unit hunian tetap (huntap) bagi korban banjir. Bahkan dalam waktu dekat, sebanyak 103 unit huntap bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan dijadwalkan segera diresmikan.
Ayah Wa juga menegaskan bahwa pemerintah daerah saat ini sedang merampungkan pendataan rumah warga yang mengalami kerusakan ringan. Pendataan tersebut dilakukan agar bantuan dana stimulan dapat segera disalurkan kepada masyarakat sebelum Lebaran.
“Kami sudah menghimbau para keuchik dan camat agar segera menyelesaikan pendataan rumah rusak ringan, sehingga bantuan stimulan bisa segera diberikan kepada masyarakat,” jelasnya.
Dalam diskusi tersebut, Ayah Wa juga menyinggung perhatian besar pemerintah pusat terhadap kondisi banjir di Aceh Utara. Ia menyebutkan banyak pejabat pusat, termasuk sejumlah menteri, yang turun langsung meninjau wilayah terdampak banjir.
Menurutnya, perhatian pemerintah pusat tersebut tidak terlepas dari viralnya istilah “Payung” di media sosial saat banjir melanda Aceh Utara.
“Hampir semua menteri dan pejabat pusat datang langsung melihat kondisi Aceh Utara, termasuk daerah yang sempat terisolir. Itu semua tidak terlepas dari viralnya ‘Payung’,” ujarnya sambil berseloroh.
Di akhir pemaparannya, Ayah Wa juga meminta agar dilakukan pendataan terhadap KK gantung yang rumahnya mengalami kerusakan berat, sehingga dapat diusulkan sebagai penerima rumah hunian tetap.
Selain itu, ia menegaskan bahwa rumah warga yang terdampak lumpur lebih dari 20 sentimeter perlu didata sebagai kategori rusak ringan, agar dapat memperoleh bantuan stimulan dari pemerintah.
“Rumah yang berlumpur di atas 20 sentimeter harap didata sebagai rusak ringan. Begitu juga dengan warga yang berstatus KK gantung agar dapat diusulkan mendapatkan rumah huntap,” pungkasnya.
- Penulis: Mul.BB
- Sumber: Humas polres Aceh Utara

Saat ini belum ada komentar