Pameran UMKM Milad Aceh Utara ke-800 Jadi Penggerak Ekonomi Pascabencana
- account_circle Muliadi
- calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
- visibility 33
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
ACEH UTARA, GSNnews.com – Pameran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam rangka Milad Kabupaten Aceh Utara ke-800 menjadi salah satu upaya mendorong pemulihan ekonomi masyarakat setelah bencana banjir besar yang melanda wilayah Aceh pada akhir 2025.
Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil atau Ayah Wa, meninjau langsung sejumlah stan UMKM di kawasan Lapangan Upacara Aceh Utara, Jumat (11/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Bupati melihat berbagai produk lokal dan aneka jajanan yang dipasarkan pelaku usaha kepada masyarakat.
Kehadiran Ayah Wa di area pameran mendapat sambutan antusias dari warga. Sejumlah pengunjung bahkan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berswafoto bersama Bupati Aceh Utara.
Memasuki hari kelima rangkaian Milad Aceh Utara ke-800, kawasan kegiatan terlihat ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah. Selain menjadi ruang hiburan, kegiatan tersebut juga membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk dan meningkatkan transaksi selama berlangsungnya perayaan.
Ayah Wa mengatakan, rangkaian Milad Aceh Utara tidak hanya diarahkan untuk mengenang sejarah dan kejayaan Samudera Pasai, tetapi juga diharapkan memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.
“Harapannya selain mengenang kejayaan Samudera Pasai, kegiatan ini juga bisa memulihkan atau mendongkrak perekonomian masyarakat,” ujar Ayah Wa saat meninjau stan UMKM.
Menurutnya, keterlibatan pelaku UMKM dalam rangkaian perayaan menjadi bagian penting untuk menggerakkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat yang sebelumnya terdampak bencana.
Pameran produk lokal juga memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk mereka kepada pengunjung, sekaligus memperluas pasar tanpa harus mengandalkan penjualan di lokasi usaha masing-masing.
Momentum tersebut dinilai semakin penting mengingat masyarakat Aceh masih berada dalam proses pemulihan setelah bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah pada akhir 2025.
Bencana tersebut berdampak luas terhadap masyarakat di Aceh, termasuk Kabupaten Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang. Kerusakan rumah, kehilangan harta benda, serta terganggunya aktivitas ekonomi membuat sebagian masyarakat harus kembali membangun kehidupan dari kondisi yang terdampak bencana.
Karena itu, geliat perdagangan selama Milad Aceh Utara ke-800 diharapkan tidak berhenti selama kegiatan berlangsung. Dukungan terhadap UMKM dan usaha masyarakat diperlukan agar pemulihan ekonomi dapat terus berjalan setelah rangkaian perayaan selesai.
Selain aspek ekonomi, Milad Aceh Utara ke-800 juga mengangkat sejarah kejayaan Samudera Pasai sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas sejarah dan budaya daerah.
Dengan memadukan kegiatan sejarah, budaya, hiburan, dan ekonomi masyarakat, peringatan hari jadi tersebut diharapkan menjadi momentum kebangkitan Aceh Utara sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh pada akhir 2025 lalu tercatat berdampak pada sekitar 1,5 juta jiwa. Di Kabupaten Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang, bencana tersebut merusak ribuan rumah, menghanyutkan harta benda, serta mengakibatkan ratusan korban jiwa.
Hingga saat ini, sebagian besar penyintas masih berjuang memulihkan taraf hidup sambil menanti kepastian hunian tetap dan jaminan penghidupan dari pemerintah.
- Penulis: Muliadi
