Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Sosial » Daerah » Seba serbi » Stan Kecamatan Tanah Jambo Aye dan Langkahan Jadi Pusat Perhatian di Hari Jadi Ke-800 Aceh Utara

Stan Kecamatan Tanah Jambo Aye dan Langkahan Jadi Pusat Perhatian di Hari Jadi Ke-800 Aceh Utara

  • account_circle Muliadi
  • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
  • visibility 42
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ACEH UTARA, GSNnews.com –Memasuki hari kelima perayaan hari jadi Kabupaten Aceh Utara ke-800 sekaligus mengenang kejayaan Kerajaan Samudera Pasai, area pameran UMKM masih dipadati ribuan pengunjung pada Sabtu (12/9/2026) sore.

 

Berbagai stan kecamatan menampilkan keunggulan lokal, dengan Kecamatan Tanah Jambo Aye dan Kecamatan Langkahan yang paling menarik perhatian masyarakat.

 

Stan Kecamatan Tanah Jambo Aye menampilkan beragam produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta kuliner unggulan. Daya tarik utama di stan ini adalah sajian ikan bakar berukuran besar dari Usaha Ikan Bakar Masyarakat (UIBM) yang menggugah selera pengunjung.

 

Camat Tanah Jambo Aye, Fauzi Harun, menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat dan media yang berkunjung ke stan kecamatannya.

 

“Terima kasih atas kunjungan dan dukungannya,” ujar Fauzi.

Sementara itu, Stan Kecamatan Langkahan menghadirkan kombinasi produk hasil bumi dan galeri dokumentasi kebencanaan. Produk holtikultura yang dipamerkan meliputi durian Bawor dan jeruk bali, serta produk olahan lokal seperti tempe daun dan tahu Seureuke.

 

Daya tarik visual yang kuat di stan Langkahan adalah pameran foto jurnalistik peristiwa banjir bandang November 2025 lalu. Salah satu foto yang menyita perhatian pengunjung adalah karya jurnalistik bertanggal 6 Desember 2025 yang merekam ketabahan dua warga Desa Gedumbak saat memikul kasur di atas kepala di tengah reruntuhan bangunan dan sisa lumpur.

 

Dokumentasi tersebut menjadi simbol ketangguhan masyarakat dalam bangkit dari musibah.

 

Kehadiran rangkaian pameran UMKM ini diharapkan mampu menjadi katalisator pemulihan ekonomi masyarakat Kabupaten Aceh Utara sekaligus membangkitkan kembali sektor produktif pascabencana.

  • Penulis: Muliadi
expand_less