Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Sosial » Daerah » Seba serbi » UMKM Payabakong Tembus Pasar Ekspor, Pamerkan Produk Unggulan di Milad Samudera Pase ke-800

UMKM Payabakong Tembus Pasar Ekspor, Pamerkan Produk Unggulan di Milad Samudera Pase ke-800

  • account_circle Muliadi
  • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
  • visibility 34
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ACEH UTARA, GSNnews.com — Kecamatan Payabakong, Kabupaten Aceh Utara, ikut memeriahkan Milad Samudera Pase atau Hari Jadi Kabupaten Aceh Utara ke-800 dengan menampilkan beragam produk unggulan dan kreativitas masyarakat dalam ajang pameran yang berlangsung pada 7–13 September 2026.

 

Stan Kecamatan Payabakong menghadirkan sekitar 10 produk unggulan dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mulai dari produk pertanian, olahan pangan, hingga kerajinan tangan. Menariknya, sejumlah produk lokal tersebut disebut telah berhasil menembus pasar luar negeri.

 

Camat Payabakong, Mohammad Noval Andrian, S.STP., M.A.P., mengatakan keikutsertaan UMKM dalam pameran tersebut mendapat sambutan antusias. Selain produk yang telah dipajang, sejumlah produk unggulan lainnya masih dalam proses pengiriman dari Kecamatan Payabakong.

 

“Berbagai produk yang ditampilkan mencakup sektor olahan pangan, hasil bumi, hingga kerajinan tangan bernilai artistik,” ujar Noval, Senin (7/9/2026).

 

Salah satu produk yang menjadi perhatian pengunjung adalah buah melon yang dikembangkan menggunakan teknologi budidaya dari Jepang. Inovasi tersebut kini telah berhasil diterapkan oleh masyarakat di Kecamatan Payabakong.

 

Selain melon, stan tersebut juga menampilkan sejumlah produk kuliner lokal seperti kue tradisional kekarah, dodol, serta aneka bumbu olahan siap saji berbahan hasil alam, di antaranya jahe, cabai, dan ketumbar.

 

Tidak hanya sektor pangan dan pertanian, potensi ekonomi kreatif masyarakat juga ditampilkan melalui kerajinan anyaman rotan dan seni kaligrafi hasil karya warga Gampong Matang Panjang.

 

Ada pula produk inovatif lainnya berupa racun cicak buatan masyarakat setempat. Sejumlah produk unggulan Payabakong tersebut disebut telah dipasarkan hingga ke luar negeri, yang menunjukkan potensi produk lokal untuk bersaing di pasar yang lebih luas.

 

Noval menilai kegiatan pameran Milad Samudera Pase ke-800 menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan berbagai potensi desa dan kecamatan kepada masyarakat luas.

 

Menurutnya, promosi seperti ini penting untuk mendorong pelaku UMKM agar terus berkembang, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas jaringan pemasaran.

 

“Stan ini menjadi wadah untuk mempromosikan potensi yang ada di setiap desa dan kecamatan, sehingga UMKM dapat terus bangkit dan dikenal lebih luas,” katanya.

 

Selain memamerkan produk UMKM, Stan Kecamatan Payabakong juga menghadirkan kreator lokal yang tengah viral, Bang Baneng, sebagai salah satu daya tarik bagi pengunjung.

 

Bang Baneng dijadwalkan tampil pada hari ketiga pameran dengan atraksi unik berupa memasak di atas pohon. Atraksi tersebut diharapkan mampu menarik perhatian sekaligus memberikan hiburan bagi masyarakat yang mengunjungi Stan Kecamatan Payabakong.

 

Pameran Milad Samudera Pase ke-800 ini menjadi salah satu ruang promosi bagi berbagai produk lokal Aceh Utara, sekaligus memperlihatkan potensi ekonomi masyarakat dari berbagai kecamatan kepada masyarakat yang lebih luas. (Muliadi)

  • Penulis: Muliadi
expand_less