Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Sosial » Daerah » Seba serbi » Toyota dan ASAR Humanity Mulai Renovasi Meunasah Lhok Nga di Pidie Jaya, Perkuat Pemulihan Pascabencana Aceh

Toyota dan ASAR Humanity Mulai Renovasi Meunasah Lhok Nga di Pidie Jaya, Perkuat Pemulihan Pascabencana Aceh

  • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
  • visibility 83
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PIDIE JAYA, GSN.com – Komitmen mendukung pemulihan masyarakat pascabencana banjir dan longsor di Aceh terus diwujudkan melalui kolaborasi berbagai pihak. Serikat Pekerja PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (SP PT TMMIN) bersama ASAR Humanity secara resmi memulai renovasi Meunasah Lhok Nga di Gampong Masjid Tuha, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, melalui prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking).

Program tersebut merupakan bagian dari Recovery Program Banjir dan Longsor Sumatra yang mengusung gerakan kolaboratif “Gotong Royong Negeri: Sumatra Bangkit Kembali”, sebagai upaya mempercepat pemulihan fasilitas umum yang menjadi kebutuhan utama masyarakat terdampak bencana.

Prosesi groundbreaking dihadiri perwakilan SP PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, ASAR Humanity, pemerintah daerah, anggota DPRK Pidie Jaya, tokoh masyarakat, pengurus meunasah, serta warga Gampong Masjid Tuha. Acara ditandai dengan pengadukan semen dan peletakan adukan semen pada pasangan batu bata sebagai simbol dimulainya proses renovasi.

Perwakilan SP PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Heru Triwantoro, mengatakan renovasi Meunasah Lhok Nga merupakan hasil kepedulian para pekerja Toyota dari berbagai daerah di Indonesia yang secara sukarela menghimpun donasi bagi masyarakat terdampak bencana.

Menurutnya, meunasah memiliki fungsi strategis sebagai pusat ibadah, pendidikan agama, musyawarah, hingga berbagai kegiatan sosial masyarakat. Karena itu, renovasi tersebut diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga.

“Semangat gotong royong para pekerja Toyota menjadi bukti bahwa kepedulian bersama mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang sedang bangkit dari bencana,” ujarnya.

Dukungan terhadap program ini juga disampaikan Anggota DPRK Pidie Jaya, H. T. Zikri, S.Sos.I. Ia menilai kolaborasi antara dunia industri, organisasi kemanusiaan, pemerintah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat pemulihan daerah pascabencana.

Sementara itu, Pengurus Meunasah Lhok Nga, Marsidi, M.Pd, mengungkapkan renovasi meunasah telah lama dinantikan masyarakat karena bangunan tersebut menjadi pusat aktivitas keagamaan maupun sosial di Gampong Masjid Tuha.

Di sisi lain, ASAR Humanity menegaskan bahwa proses pemulihan pascabencana tidak cukup hanya melalui bantuan darurat, tetapi juga memerlukan pembangunan kembali fasilitas publik yang menjadi penopang kehidupan masyarakat.

Assistant Manager of Program Strategy and Implementation Department ASAR Humanity, Aryatama Wicaksana, menjelaskan renovasi Meunasah Lhok Nga merupakan hasil asesmen dan pendampingan yang dilakukan sejak bencana banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Sumatra pada akhir 2025.

“Melalui program Gotong Royong Negeri: Sumatra Bangkit Kembali, kami ingin memastikan proses pemulihan berjalan secara berkelanjutan. Kehadiran meunasah yang layak akan kembali menguatkan kehidupan sosial, spiritual, dan kebersamaan masyarakat,” katanya.

Aryatama menambahkan proses pembangunan ditargetkan berlangsung selama sekitar tiga bulan dan selesai pada September 2026. Setelah rampung, Meunasah Lhok Nga diharapkan kembali berfungsi sebagai pusat ibadah, pendidikan, musyawarah, serta berbagai aktivitas kemasyarakatan.

Renovasi Meunasah Lhok Nga menjadi salah satu bentuk pemulihan berbasis kebutuhan masyarakat yang lahir dari hasil komunikasi, asesmen, dan pendampingan sejak bencana banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara pada Desember 2025.

Melalui sinergi antara masyarakat, dunia usaha, organisasi kemanusiaan, dan pemerintah daerah, program ini diharapkan tidak hanya menghadirkan bangunan yang lebih representatif, tetapi juga membangkitkan optimisme, memperkuat solidaritas, serta menumbuhkan semangat gotong royong dalam mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana di Indonesia. (*)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less