Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Sosial » Daerah » Seba serbi » Luapan Krueng Peuto Rendam Tiga Gampong di Aceh Utara, Ratusan KK Terdampak

Luapan Krueng Peuto Rendam Tiga Gampong di Aceh Utara, Ratusan KK Terdampak

  • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
  • visibility 70
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Aceh Utara, GSN.COM – Tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Aceh Utara menyebabkan luapan Sungai Krueng Peuto dan merendam sedikitnya tiga gampong di Kecamatan Lhoksukon. Ratusan kepala keluarga (KK) terdampak akibat banjir yang terjadi sejak dini hari, Minggu (24/5/2026).

 

Berdasarkan data dari pemerintah kecamatan, banjir menggenangi Gampong Krueng Lt, Gampong Kumbang Lt, dan Gampong Dayah Lt dengan ketinggian air berkisar antara 1 hingga 1,2 meter. Meski demikian, kondisi air dilaporkan mulai surut dan warga telah kembali membersihkan rumah masing-masing.

 

Camat Lhoksukon Kamaruddin KS, mengatakan air mulai naik ke pekarangan rumah warga sekitar pukul 00.00 WIB. Sekitar satu jam kemudian, genangan air juga menghambat akses di jalan lintas Cot Girek – Lhoksukon.

 

“Air naik ke pekarangan warga sekitar pukul 00.00 WIB dan menggenangi jalan lintas Cot Girek sekitar pukul 01.00 WIB,” kata Kamaruddin.

 

Ia menjelaskan, di Gampong Krueng Lt tercatat sebanyak 93 KK terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 1 hingga 1,2 meter. Sementara di Gampong Kumbang Lt, sebanyak 210 KK atau 785 jiwa terdampak dengan ketinggian air yang sama.

 

Adapun di Gampong Dayah Lt, sebanyak 97 KK turut terdampak banjir dengan ketinggian air berkisar 1 hingga 1,2 meter.

 

“Saat ini kondisi air sudah mulai surut dan warga terdampak mulai membersihkan rumah masing-masing,” ujarnya.

 

Sementara itu, sejumlah warga mengeluhkan banjir yang kembali terjadi untuk kedua kalinya sepanjang Mei 2026. Mereka menilai kondisi tersebut dipicu oleh beberapa titik tanggul di sepanjang aliran Krueng Peuto yang telah lama mengalami kerusakan dan belum mendapat penanganan maksimal.

 

Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan tanggul guna mencegah banjir berulang yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat serta menimbulkan kerugian ekonomi.

 

Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Pemerintah kecamatan terus memantau perkembangan kondisi di lokasi terdampak banjir.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less