MBG di Aceh Utara Disorot, Paket Makanan Untuk TK PAUD Buah Hati Kembali Ditegur, Kepala SPPG Sebut Masalah Selesai
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
- visibility 59
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
ACEH UTARA, Gemasamudranews — Penempatan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) langsung di atas tanah halaman TK PAUD Buah Hati, Gampong Matang Bayu, Kecamatan Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara, kembali menjadi sorotan setelah mendapat teguran dari tokoh setempat untuk kedua kalinya.
Peristiwa yang terekam dalam dokumentasi pada Selasa, 13 Oktober 2026, sekitar pukul 08.26 WIB itu memunculkan pertanyaan mengenai penerapan prosedur kebersihan dan keamanan pangan dalam pendistribusian MBG, terutama karena makanan tersebut diperuntukkan bagi anak-anak usia dini.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Matang Sijuek Barat, Jannatunnain, S.E., M.S.M., saat dikonfirmasi menyarankan agar pemberitaan tersebut tidak langsung ditayangkan sebelum media meminta penjelasan kepada mitra SPPG, yakni Yayasan Gizi Utama Nusantara, melalui Kak Liza.

Jannatunnain juga menyatakan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan bersama unsur Koramil, kepolisian sektor (Polsek), dan Polres Aceh Utara beberapa hari sebelumnya.
“Masalah ini sudah selesai dengan Koramil, Kapolsek, dan Polres Aceh Utara beberapa hari lalu. Laporan ini juga sudah masuk ke sana. Kami sudah menyelesaikan masalah ini dengan mereka,” kata Jannatunnain saat dikonfirmasi.
Namun, pernyataan mengenai penyelesaian tersebut belum disertai penjelasan terperinci mengenai hasil penanganan, langkah evaluasi distribusi makanan, maupun prosedur yang akan diterapkan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Paket MBG Terlihat Diletakkan di Atas Tanah
Berdasarkan dokumentasi bertanggal 13 Oktober 2026 pukul 08.26 WIB, sejumlah wadah makanan MBG terlihat ditumpuk langsung di atas permukaan tanah halaman sekolah.
Dalam dokumentasi tersebut, tampak petugas melakukan proses administrasi serah terima paket makanan kepada seorang guru. Sementara itu, situasi pengantaran turut didokumentasikan menggunakan telepon seluler.
Informasi yang diterima media menyebutkan bahwa penempatan makanan tersebut telah mendapat teguran dari Sofiyan Adam pimpinan yayasan
TK PAUD Buah Hati, Gampong Matang Bayu,
Juga selaku tokoh di desa setempat, teguran sebanyak dua kali di hari yang berbeda. Meski demikian, kronologi lengkap kedua teguran tersebut masih perlu diperjelas melalui keterangan pihak-pihak yang terlibat.

Sebelumnya, petugas pengantar disebut membantah teguran dengan menyatakan bahwa tidak ada aturan khusus atau larangan dari Badan Gizi Nasional (BGN) mengenai penempatan makanan tersebut.
Pernyataan itu menjadi salah satu hal yang perlu diklarifikasi, mengingat kebersihan tempat penerimaan dan perlindungan makanan dari potensi pencemaran merupakan aspek penting dalam distribusi pangan bagi peserta didik.
Penempatan Makanan Perlu Mengutamakan Kebersihan
Dalam pelaksanaan program MBG, proses distribusi tidak hanya berkaitan dengan ketepatan jumlah dan waktu pengantaran, tetapi juga harus memperhatikan kebersihan wadah, tempat penerimaan, serta perlindungan makanan dari potensi kontaminasi.
Panduan pelaksanaan MBG yang dijadikan rujukan dalam persoalan ini menyebutkan bahwa makanan yang diterima sekolah perlu ditempatkan di atas meja atau alas lain yang berfungsi sebagai meja di area transit yang telah disiapkan, bukan langsung di lantai atau permukaan sejenisnya.
Karena itu, dokumentasi paket makanan yang terlihat berada di atas tanah perlu mendapatkan penjelasan dari pengelola SPPG dan mitra yayasan, termasuk apakah terdapat alas atau prosedur khusus yang digunakan dalam proses penyerahan makanan tersebut.
Penilaian mengenai kesesuaian tindakan petugas dengan ketentuan operasional perlu didasarkan pada pedoman resmi yang berlaku dan hasil pemeriksaan pihak berwenang.
Mitra Yayasan Belum Memberikan Jawaban Substantif
Untuk memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan, media turut menghubungi Kak Liza selaku mitra Yayasan Gizi Utama Nusantara melalui pesan WhatsApp.
Dalam komunikasi tersebut, Kak Liza hanya membalas salam, “Waalaikum salam.” Hingga berita ini disusun, belum ada jawaban substantif atas pertanyaan yang dikirimkan mengenai penempatan paket MBG di halaman sekolah, standar operasional distribusi, serta langkah evaluasi yang akan dilakukan.
Media telah memberikan kesempatan kepada pihak pengelola SPPG dan mitra yayasan untuk menyampaikan penjelasan. Keterangan lebih lanjut dari pihak terkait tetap diperlukan agar persoalan ini dapat dipahami secara utuh.
Evaluasi Distribusi MBG Diharapkan Transparan
Persoalan ini menjadi perhatian karena program MBG menyasar pemenuhan gizi anak-anak, termasuk peserta didik pada jenjang pendidikan anak usia dini. Oleh sebab itu, standar kebersihan dan keamanan pangan perlu menjadi bagian penting dari setiap tahapan pelayanan, mulai dari produksi hingga makanan diterima sekolah.
Keterangan Kepala SPPG bahwa persoalan telah diselesaikan bersama unsur TNI dan kepolisian juga perlu diperjelas mengenai bentuk penyelesaian serta tindak lanjut teknis yang dilakukan, tanpa mendahului kewenangan pihak terkait.
Masyarakat berhak memperoleh informasi yang jelas mengenai pelaksanaan program pelayanan publik, sementara pihak penyelenggara berhak menyampaikan klarifikasi dan penjelasan atas persoalan yang diberitakan.
Hingga berita ini diterbitkan, penjelasan substantif dari mitra Yayasan Gizi Utama Nusantara mengenai peristiwa tersebut masih belum diperoleh. Media membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pengelola SPPG, pihak yayasan, maupun instansi berwenang sesuai ketentuan yang berlaku. (***)
- Penulis: Redaksi
