Bursa Ketua PWI Aceh 2026-2031 Bergulir, Sayuti Achmad Resmi Ambil Formulir
- account_circle Muliadi
- calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
- visibility 94
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANDA ACEH, GemaSamudranews – Bursa pencalonan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh periode 2026-2031 mulai memasuki tahapan administrasi. Sayuti Achmad resmi mengambil formulir bakal calon Ketua PWI Aceh melalui kuasanya, Hendro Saky, yang juga menjabat Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Aceh, Selasa (6/10/2026).
Pengambilan formulir tersebut menjadi langkah awal Sayuti Achmad untuk mengikuti tahapan pencalonan dalam Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Aceh 2026.
Hendro Saky mendatangi Sekretariat Panitia Konferprov PWI Aceh dan diterima Sekretaris Steering Committee (SC), Iranda Novandi, bersama Imran Joni selaku Pokja Verifikasi Calon serta Ketua Organizing Committee (OC), Nazar Ahadi.
Sekretaris SC Konferprov PWI Aceh, Iranda Novandi, mengatakan setiap bakal calon Ketua PWI Aceh wajib memenuhi seluruh persyaratan pencalonan yang telah ditetapkan panitia.
Salah satu persyaratan yang menjadi perhatian adalah dukungan minimal 10 persen dari anggota biasa PWI Aceh. Dukungan tersebut juga harus tersebar sedikitnya di lima kabupaten/kota.

Berdasarkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang disampaikan panitia, jumlah pemilih dalam Konferprov PWI Aceh berada di kisaran 320 orang. Dengan jumlah tersebut, kebutuhan dukungan 10 persen berada di angka sekitar 32 anggota biasa PWI Aceh.
Karena itu, setiap bakal calon diminta memastikan seluruh dokumen serta persyaratan administrasi dipenuhi sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
“Untuk diketahui saat ini sudah ada tiga bakal calon yang telah mengambil berkas formulir pendaftaran, yakni Muhammad Saman, Nasir Nurdin dan hari ini Sayuti Achmad yang telah mengambil formulir,” ujar Iranda.
Sementara itu, Hendro Saky menjelaskan Sayuti Achmad belum dapat hadir secara langsung saat pengambilan formulir. Menurutnya, Sayuti akan hadir pada tahapan pendaftaran berikutnya.
“Sayuti belum bisa hadir, insyaallah untuk pendaftaran akan datang,” kata Hendro.
Hendro mengatakan seluruh persyaratan yang ditetapkan panitia akan segera disampaikan kepada Sayuti untuk dipersiapkan sebelum memasuki tahapan pendaftaran.
“Kita akan sampaikan semua syarat yang telah ditetapkan panitia,” ujarnya.
Hendro juga menegaskan dirinya bersedia mewakili Sayuti dalam proses awal pengambilan formulir pencalonan tersebut.
“Saya mewakili Sayuti, kita mendaftarkan untuk menang,” tegas Hendro.
Ia menambahkan, keterlibatannya sebagai kuasa Sayuti juga berkaitan dengan hubungan organisasi antara JMSI dan PWI serta komunikasi yang selama ini terjalin di lingkungan organisasi pers.
“Saya bersedia mewakili Sayuti karena ada hubungan dari organisasi JMSI yang sebagai landasan,” pungkasnya.
Prosesi pengambilan formulir pencalonan tersebut turut didampingi sejumlah senior PWI, di antaranya Tarmilin Usman serta beberapa tokoh senior lainnya.
Kehadiran para senior tersebut turut mewarnai proses awal pencalonan Sayuti Achmad menuju Konferprov PWI Aceh 2026.
Dengan telah diambilnya formulir pencalonan, Sayuti kini memasuki tahapan pemenuhan persyaratan administrasi dan dukungan anggota.
Tahapan selanjutnya mencakup pengembalian formulir, verifikasi administrasi, pemenuhan dukungan anggota, hingga penetapan bakal calon dan calon Ketua PWI Aceh periode 2026-2031 sesuai mekanisme yang ditetapkan panitia.
Bursa Ketua PWI Aceh 2026-2031 pun kini mulai memasuki fase persaingan administrasi dengan tiga nama yang disebut telah mengambil formulir, yakni Muhammad Saman, Nasir Nurdin dan Sayuti Achmad.
- Penulis: Muliadi
