Bupati Aceh Utara Resmikan Huntap Buddha Tzu Chi, 80 Keluarga Kini Punya Rumah Layak
- account_circle Muliadi
- calendar_month Senin, 28 Sep 2026
- visibility 136
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
ACEH UTARA | Gema Samudra — Sebanyak 80 unit Hunian Tetap (Huntap) bantuan Yayasan Buddha Tzu Chi resmi diserahterimakan kepada warga terdampak bencana di kawasan relokasi terpadu Gampong Alue Papeun, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, Senin (28/9/2026).
Penyerahan Huntap tersebut menjadi bagian dari pembangunan 130 unit hunian tetap di kawasan relokasi Alue Papeun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 80 unit telah selesai dibangun dan diserahkan kepada masyarakat, sedangkan unit lainnya masih dalam proses pembangunan.
Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, SE., MM, yang akrab disapa Ayah Wa, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi atas bantuan kemanusiaan yang diberikan kepada masyarakat Aceh Utara.

Menurutnya, bantuan tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama tidak dibatasi oleh perbedaan agama.
“Terima kasih banyak atas bantuan kemanusiaan dari Buddha Tzu Chi. Walaupun beda agama, tetapi kemanusiaan tidak ada bedanya,” ujar Ayah Wa dalam sambutannya.
Dalam kesempatan tersebut, Ayah Wa meminta warga penerima manfaat untuk menjaga dan merawat rumah yang telah diberikan. Ia menekankan bahwa Huntap bukan sekadar tempat tinggal, tetapi menjadi tempat keluarga kembali membangun kehidupan setelah terdampak bencana.
“Tolong dijaga, tolong dirawat dan tolong dihargai, karena rumah tersebut tempat kita berteduh dan mendidik anak-anak, generasi masa depan,” katanya.
Ayah Wa juga menyampaikan bahwa pembangunan hunian bagi masyarakat terdampak bencana masih terus dilakukan secara bertahap di sejumlah wilayah Aceh Utara.
Selain Gampong Alue Papeun, pembangunan Huntap juga mencakup kawasan Lapang dan Meunasah Bujok di Kecamatan Baktiya serta Buket Linteung di Kecamatan Langkahan.
Secara keseluruhan, bantuan hunian tetap dari berbagai pihak disebut mencapai sekitar 500 unit Huntap yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Utara.
Pemerintah daerah meminta masyarakat yang masih menunggu hunian tetap agar bersabar karena pembangunan dilakukan secara bertahap sesuai proses dan kesiapan masing-masing lokasi.
Tidak hanya pembangunan fisik, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara juga menekankan pentingnya pengelolaan kawasan relokasi setelah warga mulai menempati hunian baru.

Ayah Wa meminta kepala desa memastikan seluruh warga yang telah menempati kawasan Huntap tetap mendapatkan pelayanan pemerintahan secara baik.
“Kalau sekian banyak orang yang menjadi penghuni, itu tanggung jawab kepala desa karena sudah menjadi warganya, walaupun dalam proses pemindahan,” tegasnya.
Ia berharap keberadaan Huntap dapat memberikan kepastian tempat tinggal sekaligus menjadi titik awal bagi masyarakat terdampak bencana untuk kembali menata kehidupan bersama keluarga.
Dalam sambutannya, Ayah Wa juga menegaskan pentingnya semangat kemanusiaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Ia menyebut perbedaan agama tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membantu sesama yang membutuhkan.
Menurutnya, kehadiran Yayasan Buddha Tzu Chi dalam membantu masyarakat Aceh Utara merupakan contoh nyata bahwa nilai-nilai kemanusiaan dapat mempererat hubungan antarsesama.
“Agama boleh berbeda-beda, tetapi kemanusiaan tidak ada bedanya. Apa yang kita buat dan apa yang sudah diberikan hari ini, tolong dijaga,” ujarnya.
Peresmian dan penyerahan Huntap di Gampong Alue Papeun tersebut diharapkan menjadi bagian penting dari proses pemulihan masyarakat terdampak bencana di Aceh Utara, sekaligus memberikan lingkungan tempat tinggal yang lebih layak dan aman bagi keluarga penerima manfaat.
- Penulis: Muliadi
