Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Sosial » Daerah » Seba serbi » Iskandar Raih 81 Suara, Terpilih Pimpin PGRI Baktiya Aceh Utara Periode 2026–2031

Iskandar Raih 81 Suara, Terpilih Pimpin PGRI Baktiya Aceh Utara Periode 2026–2031

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 24 Okt 2026
  • visibility 37
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ACEH UTARA, Gema Samudra — Iskandar, S.Pd., M.Pd., terpilih sebagai Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, untuk masa bakti 2026–2031 setelah unggul dalam konferensi pemilihan yang berlangsung di Aula Kecamatan Baktiya, Sabtu (24/10/2026).

 

Dalam pemilihan tersebut, Iskandar memperoleh 81 suara, mengungguli dua kandidat lainnya, yakni Syukri, S.Pd.I., M.Pd., yang meraih 12 suara dan Muhammad, S.Pd., dengan perolehan 8 suara.

Hasil pemilihan tersebut menempatkan Iskandar sebagai kandidat dengan dukungan terbanyak untuk memimpin organisasi guru di Kecamatan Baktiya selama lima tahun ke depan.

 

Konferensi PGRI Baktiya 2026 mengusung slogan “Aceh Utara Bangkit dalam Pendidikan yang Berkualitas Bersama Guru Bermartabat dan Berkarakter.” Kegiatan ini dihadiri para guru, kepala sekolah, serta jajaran pengurus PGRI Kabupaten Aceh Utara.

 

Ketua panitia pemilihan, Zuliyaden, S.Pd.I., menyampaikan bahwa Iskandar yang maju dengan nomor urut tiga berhasil memperoleh 81 suara dalam proses pemilihan tersebut.

 

Ia berharap ketua terpilih mampu membawa perubahan positif bagi dunia pendidikan di Kecamatan Baktiya, terutama dalam meningkatkan kualitas sekolah, kompetensi tenaga pendidik, serta kemampuan intelektual para guru.

 

Menurutnya, Kecamatan Baktiya memiliki sekitar 46 sekolah. Jumlah tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kepengurusan PGRI yang baru untuk memperkuat koordinasi dan membangun pendidikan yang lebih berkualitas.

“Siapa pun yang terpilih menjadi Ketua PGRI Baktiya harus mampu merangkul seluruh guru, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas,” demikian harapan yang disampaikan panitia.

 

Guru Didorong Terus Mengembangkan Kompetensi

Zuliyaden juga menekankan pentingnya menggali potensi setiap guru sebagai bagian dari upaya memajukan pendidikan di Aceh Utara.

Menurutnya, setiap tenaga pendidik memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan. Karena itu, guru diharapkan tidak berhenti belajar setelah kegiatan belajar-mengajar di sekolah selesai, tetapi terus meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi untuk menghadapi tantangan pendidikan.

 

Ia turut mendorong agar para guru diberikan kesempatan mengikuti berbagai pelatihan dan kegiatan peningkatan kompetensi. Dengan demikian, tenaga pendidik di Kecamatan Baktiya diharapkan semakin profesional dan mampu bersaing dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Pengurus PGRI yang baru juga diharapkan dapat menjadi penggerak dalam membangun solidaritas, memperkuat komunikasi antarguru, serta mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang berkualitas dan berkarakter.

 

Momentum Penguatan Organisasi Guru

Konferensi PGRI Cabang Baktiya periode 2026–2031 tidak hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum untuk memperkuat peran organisasi dalam memperjuangkan profesionalisme dan kesejahteraan guru.

 

Dengan terpilihnya Iskandar, diharapkan PGRI Baktiya mampu menyatukan potensi seluruh tenaga pendidik serta menghadirkan program-program yang berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.

 

Kepemimpinan baru tersebut diharapkan menjadi langkah penting untuk mewujudkan pendidikan yang lebih maju, bermartabat, berkarakter, dan berdaya saing di Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara. (*)

  • Penulis: Redaksi
expand_less