Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Sosial » Daerah » Seba serbi » Haul Sultan Malik Ash-Shalih 2026 Digelar di Aceh Utara, Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim Warnai Peringatan Tokoh Besar Samudera Pasai

Haul Sultan Malik Ash-Shalih 2026 Digelar di Aceh Utara, Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim Warnai Peringatan Tokoh Besar Samudera Pasai

  • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
  • visibility 105
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ACEH UTARA, GSN.COM Ratusan masyarakat bersama unsur eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), tokoh sejarah, serta anak yatim piatu menghadiri kegiatan doa bersama dan santunan anak yatim dalam rangka memperingati Haul Sultan Malik Ash-Shalih yang digelar di kompleks makam Sultan Malik Ash-Shalih, Desa Beuringen, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (3/6/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut menjadi momentum mengenang jasa Sultan Malik Ash-Shalih sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah perkembangan Islam di Nusantara dan pendiri Kesultanan Samudera Pasai yang dikenal sebagai kerajaan Islam pertama di Asia Tenggara.

 

Acara tersebut turut dihadiri oleh unsur Komite Peralihan Aceh (KPA), di antaranya Rasyidin selaku Keuangan KPA Daerah III, Umar Membe yang merupakan mantan Panglima Sagoe Cut Mutia, para eks kombatan GAM wilayah Pasee, masyarakat Kecamatan Samudera, serta anak-anak yatim piatu dari wilayah sekitar.

 

Dalam sambutannya, Peneliti Sejarah Islam dari LSM Center for Information of Sumatra-Pasai Heritage (CISAH), Sukarna Putra, menjelaskan pentingnya peran Sultan Malik Ash-Shalih dalam sejarah Islam di kawasan Asia Tenggara.

Menurutnya, Sultan Malik Ash-Shalih merupakan sosok pemimpin yang memiliki kedudukan istimewa dalam sejarah Islam dan menjadi figur sentral dalam berkembangnya peradaban Islam di wilayah Samudera Pasai.

 

“Sultan Malik Ash-Shalih adalah tokoh besar yang memiliki peran penting dalam penyebaran Islam. Sejarah beliau didukung oleh berbagai bukti autentik yang masih dapat disaksikan hingga hari ini, termasuk batu nisan granit yang memiliki nilai sejarah tinggi dan menjadi salah satu peninggalan penting di Asia Tenggara,” ujar Sukarna Putra.

 

Ia juga mengungkapkan bahwa makam Sultan Malik Ash-Shalih hingga kini masih menjadi salah satu destinasi ziarah sejarah dan religi yang banyak dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.

 

Bahkan, menurutnya, beberapa waktu lalu sejumlah komunitas sejarah dan peziarah dari Pulau Jawa menggelar peringatan haul Sultan Malik Ash-Shalih secara besar-besaran sebagai bentuk penghormatan terhadap sosok yang dianggap berjasa dalam perkembangan Islam di Nusantara.

 

Dalam pemaparannya, Sukarna menjelaskan bahwa gelar “Ash-Shalih” memiliki makna mulia yang menggambarkan sosok yang saleh, berbahagia, dan memiliki kedudukan terhormat. Ia juga menyebutkan bahwa Sultan Malik Ash-Shalih wafat pada 17 Ramadhan 696 Hijriah atau sekitar tahun 1297 Masehi dan dikenang sebagai pemimpin yang berjuang di jalan agama.

 

“Sultan Malik Ash-Shalih merupakan ulama sekaligus umara. Beliau menjadi teladan kepemimpinan yang menggabungkan kekuatan pemerintahan dengan nilai-nilai keislaman,” katanya.

 

Selain doa bersama, panitia juga menyalurkan santunan kepada anak-anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus meneladani nilai-nilai kemanusiaan yang diwariskan para pendahulu.

 

Kegiatan haul ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga dan melestarikan sejarah Islam di Aceh, khususnya warisan Kesultanan Samudera Pasai yang menjadi tonggak awal perkembangan Islam di kawasan Asia Tenggara.

 

LSM CISAH sendiri merupakan lembaga yang bergerak dalam penelitian, pelestarian, dan dokumentasi sejarah Kerajaan Samudera Pasai. Organisasi ini aktif melakukan kajian sejarah guna memperkuat literasi masyarakat terhadap warisan budaya dan peradaban Islam yang pernah berkembang di Aceh.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less