Ketua Komisi III DPRK Aceh Utara Hanafiah Mendukung Penuh Upaya Petani Normalisasi Saluran Irigasi Macet
- calendar_month Senin, 4 Mei 2026
- visibility 176
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
ACEH UTARA, GSN.COM -Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Utara (DPRK) Hanafiah (Arasyah)mendukung sepenuhnya upaya para petani di Kecamatan Tanah Luas membersihkan saluran irigasi sepanjang 18 kilometer yang ditutup lumpur bencana alam pada 26 November 2025 lalu.
Kata Hanafiah pihaknya sudah sering melakukan koordinasi dengan pihak PUPR bahkan dalam rapat paripurna sekalipun sudah dibahas terkait hal tersebut,namun upaya itu tinggal menunggu jawaban dari BNPB dan Balai Sumatera 1 untuk normalisasi yang di laporkan oleh PUPR Aceh Utara,”jelasnya kepada wartawan media ini,03 Mei 2026
“Kami dari dapil II Tanah Luas saya bersama Mundirsyah (Robert) siap mendukung penuh untuk para petani Aceh Utara yang meliputi 9 Kecamatan kususnya Kecamatan Tanah Luas untuk bisa segera turun menggarap areal persawahan mereka,karena itu sangat penting demi peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat di sektor pangan yang telah lama fakum tidak ada ketersediaan air di aliri ke sawah mereka ,”paparnya
Lanjut Hanafiah (Arasyah) upaya percepatan pemulihan lahan pertanian dapat segera difungsikan kembali. Endapan lumpur dan tumpukan sampah menyebabkan aliran air irigasi tersumbat, sehingga mengganggu distribusi air ke area persawahan,”Ungkapnya
“Jadi kami tidak tinggal diam maka jika ada pekerjaan apapun menyangkut para petani,kiranya dapat musyawarah bersama dengan seluruh stekholder sehingga tidak ada hal hal saling menyudutkan,kita mau kedepan tolong lah untuk apapun saling terbuka untuk kepentingan masyarakat banyakSeperti membersihkan irigasi akibat endapan lumpur banjir akhir November lalu,” kata nya.
Dia mengakui petani sudah enam tahun tidak dapat menggarap area persawahan sejak jebolnya Bendungan Krueng Pase pada tahun 2020 akibat banjir. Kondisi itu diperparah oleh banjir yang terjadi di akhir November 2026 yang mengakibatkan endapan lumpur di irigasi.
“Bendungan irigasi Krueng Pase sudah rampung dibangun. Saat ini, fokus pada pembersihan saluran irigasi agar distribusi air ke area persawahan segera dapat dilakukan,”katanya.
Diketahui, bendung ini akan mengairi 8.922 hektare lahan pertanian di 9 kecamatan, yaitu Meurah Mulia, Samudera, Syamtalira Bayu, Matang Kuli, Syamtalira Aron, Tanah Luas, Nibong, Tanah Pasir, serta Blang Mangat (wilayah administrasi Kota Lhokseumawe).
“Selama ini, sistem irigasi mengandalkan Bendung Krueng Pase yang melayani dua daerah irigasi utama, yaitu DI Pase Kiri dan DI Pase Kanan,”katanya.
Dia mengharap pemerintah agar dapat membantu lagi dengan excavator agar pekerjaan tersebut cepat selesai dan membantu pemberian bibit kepada para petani.
Lanjut Hanafiah (Arasyah) langkah ini demi memastikan air dapat mengalir di area persawahan yang tersebar di 35 desa di Kecamatan Tanah Luas. Karena selama ini aliran air menjadi tidak lancar.
“Ini yang kita benahi agar petani bisa kembali beraktivitas,”katanya.
Dia menyebutkan pintu air 
Dia menyebutkan pintu air direncanakan akan dibuka mulai 15 Mei hingga 15 September mendatang.
“Jadi selama tiga bulan ini distribusi ke lahan pertanian sudah bisa dilakukan, apabila saluran irigasi ini sudah selesai dilakukan pembersihan dan para petani pun sudah bisa kembali lagi menggarap lahan mereka,” pungkasnya.
- Penulis: Mul.BB

Saat ini belum ada komentar