Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Sosial » Daerah » Seba serbi » Warga Klarifikasi Isu Pungli Jadup, Tegaskan Inisiatif Murni Bentuk Terima Kasih

Warga Klarifikasi Isu Pungli Jadup, Tegaskan Inisiatif Murni Bentuk Terima Kasih

  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • visibility 189
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Lhoksukon, GSN.COM – Warga Gampong Tanjong Glumpang, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, memberikan klarifikasi terkait isu dugaan pungutan liar (pungli) dalam penyaluran dana Jatah Hidup (Jadup) pascabanjir. Mereka menegaskan bahwa kontribusi yang sempat menjadi sorotan publik merupakan inisiatif murni masyarakat tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun.

“Kami berinisiatif sendiri sebagai bentuk terima kasih. Tidak ada pungutan seperti yang dituduhkan,” ujar salah satu warga, Senin (4/5/2026), menanggapi kabar yang sempat viral.

Klarifikasi ini muncul setelah beredarnya informasi yang menyebut adanya praktik pungli dalam proses pencairan bantuan. Warga sebagai penerima manfaat menegaskan bahwa seluruh proses penyaluran bantuan berjalan transparan dan tidak disertai paksaan dari aparatur desa.

Gampong Tanjong Glumpang sebelumnya dikenal sebagai desa tercepat dalam pendataan korban banjir dan pencairan dana bantuan di wilayah Kecamatan Baktiya. Capaian tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat karena dinilai sigap dan tepat sasaran.

Sebagai bentuk rasa syukur atas kinerja tersebut, warga secara sukarela mengumpulkan sejumlah uang untuk diberikan kepada perangkat desa. Namun, aksi spontan itu kemudian disalahartikan oleh sebagian pihak hingga memicu polemik di ruang publik.

Geuchik Tanjong Glumpang, Fadlisyah, memilih merespons isu tersebut secara tenang. Ia menilai klarifikasi yang disampaikan langsung oleh warga sudah cukup menjelaskan kondisi yang sebenarnya.

“Warga sudah menyampaikan sendiri. Saya fokus pada kerja membantu masyarakat, bukan pada rumor,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Baktiya, Bakhtiar, mengingatkan pentingnya akurasi dan keberimbangan dalam penyebaran informasi. Ia menegaskan bahwa setiap pemberitaan sebaiknya melalui proses verifikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Konfirmasi dari berbagai pihak sangat penting agar berita tidak menimbulkan keresahan,” katanya.

Dengan adanya penjelasan langsung dari masyarakat, polemik yang sempat berkembang diharapkan segera mereda. Warga pun berharap hubungan harmonis antara masyarakat dan aparatur desa tetap terjaga serta tidak terganggu oleh informasi yang belum terverifikasi.

  • Penulis: Mul.BB

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less