Milad Bireuen ke-27, FPI Dorong Syukuran Bernuansa Islami dan Perhatian untuk Korban Banjir
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
- visibility 56
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BIREUEN | Gema Samudra — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Front Persaudaraan Islam (FPI) Kabupaten Bireuen mendorong agar peringatan Milad Kabupaten Bireuen ke-27 Tahun 2026 tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum memperkuat rasa syukur, kepedulian sosial, serta pemulihan masyarakat yang masih terdampak banjir bandang.
Pernyataan tersebut disampaikan DPW FPI Bireuen pada Sabtu, 26 September 2026, sebagai bentuk dukungan terhadap Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam menjaga pelaksanaan Syariat Islam sekaligus mempertahankan nilai-nilai adat dan budaya Aceh dalam seluruh rangkaian kegiatan Milad.
Ketua DPW FPI Bireuen, Tgk. Zainuddin MZ, Albiruny, yang akrab disapa Teungku Z, mengatakan pihaknya mengedepankan komunikasi dan silaturahmi dengan pemerintah maupun panitia pelaksana kegiatan.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk membangun sinergi agar pelaksanaan Milad Kabupaten Bireuen dapat berlangsung dengan tetap memperhatikan nilai-nilai agama, adat dan budaya Aceh.

“Kami selalu bersama Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam pelaksanaan Syariat Islam. Dalam momentum Milad ini, kami akan bersilaturahmi dengan panitia pelaksana untuk membangun komunikasi dan memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sesuai dengan Syariat Islam, adat dan budaya Aceh.”
Tgk. Zainuddin menilai momentum hari jadi daerah semestinya dimanfaatkan untuk memperkuat rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ia menyebut sejumlah bentuk kegiatan yang dinilai dapat menjadi bagian dari ungkapan syukur, antara lain doa dan zikir, pengajian, santunan anak yatim, membantu masyarakat yang membutuhkan, serta kegiatan sosial dan pemberdayaan ekonomi.
“Kalau ingin membuat syukuran Milad Kabupaten Bireuen, mari kita laksanakan syukuran yang sesuai dengan kehendak Pemberi nikmat, yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala. Syukuran dapat diwujudkan melalui doa dan zikir, pengajian, santunan anak yatim, membantu masyarakat yang membutuhkan, serta kegiatan sosial dan pemberdayaan ekonomi.”
Selain persoalan pelaksanaan kegiatan Milad, DPW FPI Bireuen juga menyoroti kondisi sebagian masyarakat yang masih membutuhkan perhatian setelah terdampak banjir bandang.
FPI Bireuen berharap semangat peringatan Milad dapat diwujudkan dalam bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana, termasuk membantu proses pemulihan kehidupan warga serta mendorong kembali bergeraknya perekonomian masyarakat.
Menurut DPW FPI Bireuen, kepedulian terhadap warga yang membutuhkan merupakan salah satu bentuk nyata rasa syukur atas perjalanan Kabupaten Bireuen selama 27 tahun.
DPW FPI Bireuen berharap peringatan Milad Kabupaten Bireuen ke-27 Tahun 2026 dapat menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, ulama, organisasi masyarakat dan seluruh elemen masyarakat.
Sinergi tersebut diharapkan dapat mendorong terciptanya Kabupaten Bireuen yang religius, peduli terhadap masyarakat dan menjunjung tinggi nilai-nilai adat serta budaya Aceh.
“Bireuen Bersyukur, Bireuen Peduli, Bireuen Berkah,” menjadi pesan yang disampaikan DPW FPI Bireuen dalam momentum Milad Kabupaten Bireuen ke-27 Tahun 2026.
- Penulis: Redaksi
